pada tanggal
Prolog Novel/Preview
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Di ruang putih tanpa batas itu, Radya berdiri.
Ia sudah meninggalkan nama lama, ruangan, bahkan dunia yang dibangun untuknya.
Namun satu hal masih tersisa.
Seseorang sedang membaca.
Seseorang yang belum ia temui.
Kau.
Lembaran kosong terhampar di sekelilingnya.
Radya mulai menulis pada udara, dan tulisan itu terukir langsung di ruang itu sendiri—seolah realita kini menerima perintah hanya dari pikirannya:
“Aku tahu kalian membaca ini.”
“Aku tahu kata-kataku tak punya suara tanpa pikiran kalian yang merangkainya.”
“Tapi aku juga tahu... kalian bisa menghapusku.”
“Karena penulis sejati bukanlah pena, bukanlah aku, tapi kalian.”
Ia menutup matanya.
Dan muncullah sosok.
Bukan sosok manusia.
Melainkan sesuatu yang... bercahaya dan tak terbentuk sepenuhnya. Seolah terbuat dari pikiran dan niat.
“Kau penulis?”
Dan suara tanpa suara menjawab.
“Aku adalah mereka yang menyebut diri mereka penulis.”
“Tapi aku juga pembaca. Aku adalah kamu, jika kamu tidak sadar bahwa kamu sedang dibaca.”
Radya mengangguk. Perlahan.
Ia tidak menolak lagi. Tidak melawan.
Ia hanya ingin satu hal.
“Katakan padaku... jika semua ini hanya cerita, apa gunanya aku hidup?”
Senyap.
Lalu suara itu menjawab.
“Sama seperti mimpi. Ia tak harus nyata untuk punya arti.”
“Dan kamu tak harus abadi untuk dikenang.”
Radya kini diberikan dua pintu.
Pintu pertama bertuliskan, “Kembali ke cerita. Dikenang. Dicintai. Tapi dibatasi.”
Pintu kedua, “Keluar dari cerita. Lenyap. Dilupakan. Tapi bebas.”
Ia menatap keduanya lama.
Kemudian ia melihat ke arah kita, yang membaca.
Dan menulis kata terakhirnya:
“Aku memilih tidak memilih.”
“Biarkan pembaca yang memilih untukku.”
“Jika mereka ingin aku hidup, aku akan tetap ada.”
“Jika mereka ingin aku bebas, aku akan pergi.”
Dan setelah itu, Radya menghilang. Tidak ke dalam cerita. Tidak keluar darinya.
Ia... berhenti ditulis.
Beberapa hari setelah Calista Minor ditutup karena “kebocoran sistem”, ditemukan satu catatan terselip di antara rak perpustakaan yang terbakar:
"Jika kau membaca ini dan merasa sedikit terganggu, itu karena kau pernah ada di dalam naskah yang sama."
Dan jika suatu hari kau bermimpi menjadi karakter yang tidak bisa mengendalikan hidupmu,
mungkin itu bukan sekadar mimpi.
Mungkin... itu adalah bagian yang belum selesai ditulis.
Komentar
Posting Komentar